"Langkah Kecil Remaja" Di sebuah sekolah menengah, ada seorang remaja bernama Dika. Ia bukan murid yang paling pintar, juga bukan yang paling populer. Namun, ada satu hal yang selalu membuatnya berbeda: rasa ingin tahunya yang besar. Suatu hari, guru meminta setiap murid menuliskan cita-cita dan langkah kecil yang akan mereka lakukan untuk meraihnya. Teman-teman Dika menuliskan mimpi besar—menjadi dokter, pengusaha sukses, bahkan artis terkenal. Dika hanya menulis singkat: “Aku ingin menjadi orang yang berguna bagi banyak orang, dan langkah kecilku adalah belajar mendengarkan.” Teman-temannya menertawakan. “Masa remaja cuma belajar mendengarkan?” kata salah satu temannya. Dika hanya tersenyum. Ia sadar, di usia remaja, banyak hal yang tidak harus selalu terlihat besar. Terkadang, kebaikan sederhana justru bisa berarti lebih. Sejak hari itu, Dika berusaha benar-benar mendengarkan setiap orang—temannya yang sedang sedih, ibunya yang lelah, bahkan adiknya yang suka berceri...
Malam itu, lapangan indoor Blue Lock dipenuhi suara bola yang ditendang keras. Yoichi Isagi berdiri di tengah, napasnya terengah. Matanya menatap bola yang bergulir ke arahnya. “Jika aku gagal lagi… mungkin aku akan tersingkir,” pikirnya. Sejak masuk ke proyek Blue Lock, Isagi terus diuji. Ia bukan pemain terkuat, bukan pula yang paling cepat. Namun ada sesuatu dalam dirinya—insting yang tajam, kemampuan membaca permainan—yang membuatnya berbeda. Di sisi lain, ada Barou yang penuh percaya diri. Dengan arogan ia menendang bola ke gawang. “Inilah lapangan raja! Semua akan tunduk padaku!” serunya. Isagi merasa tertekan, tapi saat bola datang, ia ingat kata-kata Ego Jinpachi: “Striker sejati adalah yang paling egois. Jangan takut, rebut kesempatanmu.” Isagi menggertakkan gigi. Ia berlari, mendahului Barou, lalu menendang bola dengan seluruh kekuatan. Bola melesat, menghantam jaring gawang. Semua terdiam. Barou terkejut. “Kau… merebut bolaku?” Isagi menatapnya dengan mantap. “Sepak bola buk...
Merah putih berkibar gagah di langit, Mengingatkan kita pada para pahlawan Mari rawat negeri kita dengan sepenuh Jiwa pelita merah putih kan terus Bercahaya, selama kita bersatu Dengan bangsa
Komentar
Posting Komentar